Yang di maksud dengan Jaminan Tender ?

image


Pengertian dan Ruang Lingkup Penjaminan Construction Surety Bond
Perjanjian pemberi jaminan adalah suatu perjanjian tambahan terhadap perjanjian pokok (kontrak) yang melibatkan 3 (tiga) pihak yaitu:

Pemilik Proyek (Obligee/Owner)
Pihak pemberi pekerjaan yang mengadakan perjanjian atau kontrak dengan pihak kontraktor, dimana dalam perjanjian atau kontrak tersebut ditegaskan mengenai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh masing-masing pihak.
Kontraktor (Principal)
Pihak yang mengikatkan diri dengan pemilik proyek (Obligee/Owner) dalam suatu perjanjian atau kontrak serta berjanji untuk melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam kontrak.
Penjamin (Surety Company)
Pihak yang memberikan jaminan kepada kontraktor atas kesanggupannya untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian atau kontrak dan jika tidak dilaksanakan maka Penjamin akan membayar ganti rugi kepada pemilik proyek dengan limit maksimum sebesar nilai jaminan.
hubungan antara kedua hal dapat dilihat dalam skema dibawah ini:
 
Macam-macam Surety Bond adalah sebagai berikut:

a. Jaminan Penawaran (Bid Bond):

Menjamin Obligee (maksimum sebesar nilai jaminan) jika Principal mengundurkan diri atas undangan tendernya atau Principal yang telah dinyatakan sebagai pemenang tidak mau menanda tangani kontrak atau Principal tidak dapat menyerahkan Jaminan Pelaksanaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Obligee.

Limit Bid Bond : 1% - 3% dari nilai tender yang diajukan oleh Principal.

 b. Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond)

Menjamin Obligee (maksimum sebesar nilai jaminan) jika Principal yang telah menanda tangani kontrak pelaksanaan kerja mengundurkan diri atau kontrak diputus secara sepihak/bersama-sama dari ke dua belah pihak.
Limit Performance Bond : 5% - 10% dari nilai kontrak pelaksanaan.

 c. Jaminan Uang Muka (Advance Payment Bond)

Menjamin Obligee (maksimum sebesar nilai jaminan) jika Principal tidak dapat mengembalikan uang muka yang telah diterima pada awal kontrak kepada Obligee sampai dengan proyek selesai.
Limit Advance Payment Bond : maks. 20% dari nilai kontrak/proyek

 d. Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond)

Menjamin Obligee (maksimum sebesar nilai jaminan) bahwa Principal akan sanggup memperbaiki kerusakan-kerusakan setelah pelaksanaan pekerjaan selesai sesuai kontrak.
Limit Maintenance Bond : 5% dari nilai kontrak/proyek.k/proyek.
Category
 
Asuransi Kendaraan Bermotor
Asuransi Properti
Asuransi Surety Bond
 
Contact Office
Jaya Surety, CV

Jl. Japos Raya No. 99 Bintaro

Tlp. 021 71021190 Hp. 0818677560

Sat, 25 Dec 2010 @11:35


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+8+1

Copyright © 2014 JAYA SURETY, CV · All Rights Reserved